Pelajaran berharga yang Tuhan ajarkan, membuat saya semakin mengagumi bahwa sungguh Tuhan kita adalah Tuhan yang turut bekerja dalam segala hal dan pekerjaan-Nya itu mengagumkan...
1. TUHAN dapat memakai cara apapun yang tak pernah terpikirkan untuk membuka jalan bagimu.
Ia memiliki lebih dari 1001 cara untuk melakukannya.
Apapun yang menjadi kebutuhanmu saat ini, segala pergumulan dan masalah yang engkau hadapi, percayalah kepada Tuhan sepenuhnya. Bagi Dia tidak ada yang mustahil.
Tenang saja dan jangan kuatir.
Apa yang kau rindukan.... Tuhan terlebih lagi merindukan untuk memberikan yang terbaik bagimu.
Alamilah secara pribadi bagaimana Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28).
Belajar untuk bergantung harap dan meminta campur tangan Tuhan dalam menyelesaikan masalahmu, bukan dengan kekuatanmu sendiri, maka engkau akan semakin mengagumi dan mengenal bahwa Allah kita adalah Allah yang begitu menakjubkan.
2. Tuhan tidak pernah bertindak terburu-buru / serampangan, segala sesuatu indah pada waktu-Nya
Tuhan telah merancangkan suatu masa depan yang terbaik untukmu, Ia mempersiapkan pasangan terbaik dimana engkau akan menjalani 2/3 kehidupanmu ke depan bersama orang tersebut. Ia rindu engkau bahagia dan menggenapi rencana-Nya atasmu.
Ketika hatimu sungguh-sungguh melekat pada Tuhan, Ia akan mempersiapkan pribadimu dan calon pasanganmu untuk siap dipersatukan pada waktu-Nya, Ia akan memberikan kepekaan, menuntun dan menggerakkanmu untuk berjalan dalam rencana-Nya.
Kita seringkali menginginkan segala sesuatu yang instan, namun bila kita tidak siap, sesuatu yang instan itu seringkali dapat Membahayakan. Bersiaplah dan ingat, indah pada waktu-Nya.
3. Bila kita mengasihi, kita akan memberikan waktu kita.
Love diaplikasikan dalam bentuk “Respect” dan “Spend Time”
Tuhan menginginkan agar engkau memiliki hubungan intim dengan Tuhan terlebih dahulu sebelum Ia mempercayakanmu untuk membangun hubungan dengan seseorang. Sebuah hubungan dapat berjalan dengan intim bila engkau mau meluangkan dan memberikan waktu-waktumu untuk bersama dengan orang tersebut.
Tuhan menginginkan agar engkau meningkatkan kualitas saat teduh pribadimu dengan Tuhan, melekatkan hubungan pribadimu dengan pribadi-Nya.
Bila untuk Tuhan (Pribadi yang begitu mengasihimu, yang telah menyelamatkan dan mati untuk menebus dosamu, pribadi yang begitu penting, pusat dan sumber segalanya dalam hidupmu) namun engkau belum dapat memberikan waktumu yang terbaik untuk membangun hubungan intim dengan-Nya, bagaimana engkau dapat kelak meluangkan dan membagi waktu dengan pasanganmu tanpa mengesampingkan Tuhan?
Kemampuanmu untuk mengorganisasi waktu, membuat prioritas dengan baik sangatlah diperlukan, yaitu bagaimana engkau mengalokasikan waktumu untuk Tuhan yang terutama, keluarga, pekerjaan dan pelayanan.
4. Seseorang yang terbaik, membutuhkan pendamping yang terbaik
Pelajaran dari Ishak dan Ribka (Kejadian 24).
Ribka seorang wanita yang takut akan Tuhan, rajin, cakap dan memiliki hati dan semangat tinggi untuk membantu sesama.
Sebuah gurauan, “Kalo cari calon istri, yang seperti Ribka... rajin” (betul sekali), sebaliknya, “Kalo cari calon suami, yang seperti Ishak, datang membawa unta-unta” (tidak selalu diterjemahkan dengan kekayaan materi, namun ada timbal balik, kesepadanan, dapat menjadi naungan bagi keluarganya kelak)
Tuhan..., betapa Engkau dapat memberikan pasangan hidup yang terbaik dan itulah kerinduan-Mu.... Untuk itu, kusadari bahwa dirikupun harus menjadi yang terbaik bagi pasanganku.
“Seseorang yang terbaik, patut didampingi oleh seseorang yang juga terbaik” Sepadan, dapat mendukung dan melengkapi.
Mintalah Tuhan untuk mempersiapkanmu agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, agar engkau dapat menjadi yang TERBAIK bagi pasanganku kelak, dimana ia adalah salah satu dari anak-anak TUHAN yang TERBAIK, yang sudah TUHAN persiapkan untukmu.
Kerinduanmu adalah terlebih lagi kerinduan-Nya.
Segala kemuliaan bagi Tuhan Yesus Kristus. God Bless You...
(www.catatankesaksianharian.blogspot.com)
Blog ini berisi kumpulan kesaksian dan pelajaran yang Tuhan berikan lewat kejadian yang terjadi sehari-hari. Kami rindu untuk berbagi cerita dan pergumulan, bagaimana proses melewatinya dan bagaimana Tuhan mengulurkan tangan menolong dan memberi kemenangan hari demi hari. Bila Saudara/i rindu menghubungi kami, baik untuk memberikan Kesaksian Hidup Anda / memohon dukungan Doa, silahkan e-mail ke : diberkatinmemberkati@gmail.com - Tuhan Yesus Memberkati kita semua.
Mengenai Saya
- Diberkati N Memberkati
- Hai sobat-sobat terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Selamat bergabung dalam Blog Catatan Khotbah Kristen, Catatan Kesaksian Harian dan Catatan Sekolah Minggu. Kami juga mengundang Saudara/i untuk tergabung dalam Facebook Diberkati N Memberkati (Sebuah forum untuk kita saling berbagi berkat, kesaksian, pengalaman dalam Tuhan Yesus, menguatkan & dikuatkan satu sama lain, semua untuk kemuliaan-NYA). Tuhan Yesus Memberkati dan Mengasihi Saudara/i :) Bagi Saudara/i yang rindu untuk menghubungi kami, baik untuk memberikan kesaksian/ memerlukan dukungan Doa, silahkan e-mail ke: diberkatinmemberkati@gmail.com - (Jesus Christ is my All in All... He is Real... He Loves Us So Much.... Yohanes 14 : 6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Tuhan Yesus Kristus) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).
Senin, 18 Februari 2013
Do You Miss ME ?
Syalom,
Sahabat, kami ingin mengajak kita semua mengambil waktu sejenak untuk merenungkan dan menanyakan pada hati kita yang terdalam... Kapan terakhir kali saya begitu merindukan Tuhan? Merindukan untuk bersekutu intim dengan Pribadi-Nya? Apakah itu kemarin, minggu lalu, 1 bulan yang lalu, tahun lalu atau ... ?
Dimana saya datang ke hadapan Tuhan bukan dengan motivasi utama untuk meminta hal yang saya inginkan pada Tuhan...agar Ia mengabulkan doa-doa saya dan memenuhi keinginan saya.
Atau, ya saya berdoa, saya saat teduh, namun saya telah lama kehilangan kehangatan dengan Tuhan dalam saat teduh saya, semuanya terasa dingin dan saya lakukan hanya sebagai rutinitas untuk membuat saya merasa lebih baik.
Sahabat..., Tuhan Yesus adalah Pribadi yang begitu nyata. Ia begitu dekat dengan kita. Ia rindu untuk melingkupi kita setiap saat di dalam hadirat-Nya. Ia adalah Tuhan yang maha hadir (omni presence).
Ketidaktaatan dan ketidakkudusan membuat kita tidak merasakan kehadiran-Nya, membuat seakan hadirat-Nya itu disembunyikan dari kita.
Bila sahabat membaca renungan ini pada saat ini dan engkau menyadari bahwa Roh Kudus menegurmu dengan lembut, ucapkanlah syukur karena Ia sangat mengasihimu sebagai anak-Nya dan ambillah waktu bersama-Nya. Ia begitu merindukan untuk memenuhi engkau kembali dengan hadirat-Nya.
Mari kita rindukan pribadi Tuhan melebihi segala yang kita inginkan. Hidup intim dengan-Nya. Baik saat kita bekerja, belajar, beraktivitas, kita tetap menjaga hidup kita dalam hadirat-Nya, tidak terkontaminasi oleh dunia dan membawa hidup kita sebagai penyembahan yang terbaik kepada Tuhan.
GBU! Salam kasih dan damai dalam Tuhan Yesus Kristus...
(www.catatankesaksianharian.blogspot.com)
Sahabat, kami ingin mengajak kita semua mengambil waktu sejenak untuk merenungkan dan menanyakan pada hati kita yang terdalam... Kapan terakhir kali saya begitu merindukan Tuhan? Merindukan untuk bersekutu intim dengan Pribadi-Nya? Apakah itu kemarin, minggu lalu, 1 bulan yang lalu, tahun lalu atau ... ?
Dimana saya datang ke hadapan Tuhan bukan dengan motivasi utama untuk meminta hal yang saya inginkan pada Tuhan...agar Ia mengabulkan doa-doa saya dan memenuhi keinginan saya.
Atau, ya saya berdoa, saya saat teduh, namun saya telah lama kehilangan kehangatan dengan Tuhan dalam saat teduh saya, semuanya terasa dingin dan saya lakukan hanya sebagai rutinitas untuk membuat saya merasa lebih baik.
Sahabat..., Tuhan Yesus adalah Pribadi yang begitu nyata. Ia begitu dekat dengan kita. Ia rindu untuk melingkupi kita setiap saat di dalam hadirat-Nya. Ia adalah Tuhan yang maha hadir (omni presence).
Ketidaktaatan dan ketidakkudusan membuat kita tidak merasakan kehadiran-Nya, membuat seakan hadirat-Nya itu disembunyikan dari kita.
Bila sahabat membaca renungan ini pada saat ini dan engkau menyadari bahwa Roh Kudus menegurmu dengan lembut, ucapkanlah syukur karena Ia sangat mengasihimu sebagai anak-Nya dan ambillah waktu bersama-Nya. Ia begitu merindukan untuk memenuhi engkau kembali dengan hadirat-Nya.
Mari kita rindukan pribadi Tuhan melebihi segala yang kita inginkan. Hidup intim dengan-Nya. Baik saat kita bekerja, belajar, beraktivitas, kita tetap menjaga hidup kita dalam hadirat-Nya, tidak terkontaminasi oleh dunia dan membawa hidup kita sebagai penyembahan yang terbaik kepada Tuhan.
GBU! Salam kasih dan damai dalam Tuhan Yesus Kristus...
(www.catatankesaksianharian.blogspot.com)
Nasehat-nasehat dalam mencari Pasangan Hidup
Amsal 31:10,30
10. Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.
30. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.
Ada beberapa nasihat yang berharga dalam mencari pasangan hidup:
1. Kita perlu meningkatkan kedewasaan kita sebelum kita menikah.
Kita biasanya mencari orang yang tingkat kedewasaannya yang setara dengan kita. Tingkat kedewasaan ini meliputi keadaan jiwa dan perkembangan emosi. Seseorang yang dewasa biasanya lebih tertarik dengan orang yang dewasa dan bertanggung jawab daripada dengan orang yang kekanak-kanakan. Semakin dewasa seseorang, semakin besar kemungkinan dia untuk berbahagia dalam pernikahan.
2. Buka mata kita lebar-lebar dalam menentukan pilihan dan tutup sebelah mata setelah menikah
Perhatikan sifat dan karakter yang “mengganggu” kita sebab hal ini dapat merupakan “tanda” yang perlu kita pertimbangkan dengan serius. Jangan menikah dengan pandangan bahwa kita akan dapat mengubah karakternya itu sebelum menikah, kemungkinan besar hal itu akan menjadi masalah dalam pernikahan. Oleh karena itu, bila ada sifat atau karakter dari pasangan kita yang sulit kita terima, bicarakan hal itu sebelum memasuki pernikahan.
3. Dengarkan pendapat atau nasihat dari orang-orang yang dekat dengan kita.
Orang yang mengasihi kita memiliki tujuan yang baik bagi kita. Oleh sebab itu, walaupun keputusan ada di tangan kita, kita perlu mendengarkan dan mempertimbangkan nasihat mereka, khususnya nasihat dari ”orang tua” kita (baik jasmani atau rohani) yang memiliki pengalaman yang lebih banyak dari pada kita.
(Sumber: Rekan Facebook Diberkati N Memberkati, Handrie Goenarto)
10. Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.
30. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.
Ada beberapa nasihat yang berharga dalam mencari pasangan hidup:
1. Kita perlu meningkatkan kedewasaan kita sebelum kita menikah.
Kita biasanya mencari orang yang tingkat kedewasaannya yang setara dengan kita. Tingkat kedewasaan ini meliputi keadaan jiwa dan perkembangan emosi. Seseorang yang dewasa biasanya lebih tertarik dengan orang yang dewasa dan bertanggung jawab daripada dengan orang yang kekanak-kanakan. Semakin dewasa seseorang, semakin besar kemungkinan dia untuk berbahagia dalam pernikahan.
2. Buka mata kita lebar-lebar dalam menentukan pilihan dan tutup sebelah mata setelah menikah
Perhatikan sifat dan karakter yang “mengganggu” kita sebab hal ini dapat merupakan “tanda” yang perlu kita pertimbangkan dengan serius. Jangan menikah dengan pandangan bahwa kita akan dapat mengubah karakternya itu sebelum menikah, kemungkinan besar hal itu akan menjadi masalah dalam pernikahan. Oleh karena itu, bila ada sifat atau karakter dari pasangan kita yang sulit kita terima, bicarakan hal itu sebelum memasuki pernikahan.
3. Dengarkan pendapat atau nasihat dari orang-orang yang dekat dengan kita.
Orang yang mengasihi kita memiliki tujuan yang baik bagi kita. Oleh sebab itu, walaupun keputusan ada di tangan kita, kita perlu mendengarkan dan mempertimbangkan nasihat mereka, khususnya nasihat dari ”orang tua” kita (baik jasmani atau rohani) yang memiliki pengalaman yang lebih banyak dari pada kita.
(Sumber: Rekan Facebook Diberkati N Memberkati, Handrie Goenarto)
Sex Before Marriage
Hubungan seks yang dilakukan sebelum menikah lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Bila kita melangkah terlalu dalam, sementara komitmen belum kuat, hal ini akan menghalangi kita untuk membina hubungan yang sehat.
Efesus 5:1-3
"Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus."
Hubungan seks sebelum pernikahan akan mempengaruhi rohani kita – hubungan kita dengan Tuhan. Tuhan melarang kita hidup dalam ketidakmoralan. Bila kita melanggar, maka kita hidup dalam dosa. Padahal, Tuhan tidak dapat bersatu dengan dosa. Akibatnya hubungan ini akan menjauhkan kita dari Tuhan.
Hubungan seks sebelum pernikahan akan mempengaruhi emosi kita. Sebelum menikah, prioritas kita adalah mengenal pribadi pasangan kita dengan benar. Proses pengenalan ini akan berjalan lebih netral dan baik bila masing-masing pasangan menjaga kekudusannya. Bila kedua belah pihak sudah terlibat secara seksual, mereka mengacaukan prioritas hubungan tersebut. Akibatnya, walaupun hubungannya kurang sepadan atau membahayakan, mereka akan cenderung memaksakan agar hubungan tersebut tidak putus. Mereka jadi takut untuk memutuskan hubungan yang tidak sehat itu. Dengan kata lain, keterlibatan seksual sebelum menikah dapat membutakan dan menghalangi kita untuk mengetahui siapa sebenarnya pasangan kita.
(Sumber: Rekan Facebook Diberkati N Memberkati, Handrie Goenarto)
Efesus 5:1-3
"Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus."
Hubungan seks sebelum pernikahan akan mempengaruhi rohani kita – hubungan kita dengan Tuhan. Tuhan melarang kita hidup dalam ketidakmoralan. Bila kita melanggar, maka kita hidup dalam dosa. Padahal, Tuhan tidak dapat bersatu dengan dosa. Akibatnya hubungan ini akan menjauhkan kita dari Tuhan.
Hubungan seks sebelum pernikahan akan mempengaruhi emosi kita. Sebelum menikah, prioritas kita adalah mengenal pribadi pasangan kita dengan benar. Proses pengenalan ini akan berjalan lebih netral dan baik bila masing-masing pasangan menjaga kekudusannya. Bila kedua belah pihak sudah terlibat secara seksual, mereka mengacaukan prioritas hubungan tersebut. Akibatnya, walaupun hubungannya kurang sepadan atau membahayakan, mereka akan cenderung memaksakan agar hubungan tersebut tidak putus. Mereka jadi takut untuk memutuskan hubungan yang tidak sehat itu. Dengan kata lain, keterlibatan seksual sebelum menikah dapat membutakan dan menghalangi kita untuk mengetahui siapa sebenarnya pasangan kita.
(Sumber: Rekan Facebook Diberkati N Memberkati, Handrie Goenarto)
Teman Hidup
Ada dua keputusan yang paling penting dalam hidup manusia. Pertama, keputusan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kedua, keputusan untuk memilih teman hidup. Memilih teman hidup adalah hal yang sangat penting dan berdampak seumur hidup. Tetapi banyak orang yang tidak tahu cara memilih teman hidup.
Beberapa pedoman yang perlu kita perhatikan dalam memilih teman hidup:
1. Tingkat kesehatan emosi kita sebelum menikah. Kebahagiaan dalam pernikahan biasanya tidak akan melebihi kebahagian dari pasangan yang paling tidak bahagia. Misalnya, bila ada seorang wanita yang tidak dapat menerima dirinya sendiri dengan baik, maka kemungkinan besar kelak pernikahannya tidak akan lebih bahagia daripada dia.
2. Pilihlah pasangan yang memiliki banyak persamaan. Semakin banyak perbedaan, semakin lama pula proses penyesuaian dan adaptasi.
3. Hindari hubungan seksual sebelum menikah. Hubungan seksual sebelum menikah menghalangi keobjektifan kita terhadap pasangan kita. Bila hubungan sudah terlalu dalam, maka kemungkinan besar kita akan mengabaikan karakter buruk dari pasangan kita walaupun hal itu mengganggu kita.
4. Jangan tergesa-gesa menikah. Ambil waktu secukupnya untuk mengenal pasangan kita dengan baik. Kenalilah karakternya, kemarahannya dan kelemahannya. Jangan menikah dengan pengharapan bahwa ia akan berubah setelah menikah. Bila kita tidak dapat toleran dengan karakternya sekarang, tidak ada jaminan kita akan dapat toleran setelah menikah.
5. Miliki komunikasi yang terbuka. Komunikasi adalah kunci keberhasilan suatu pernikahan. Bila kita bisa berkomunikasi dengan baik, maka masalah besar dapat menjadi kecil. Oleh karena itu, kebiasaan berkomunikasi dengan baik perlu dilatih jauh sebelum menikah.
Berikutnya, perhatikan juga pergaulan kita.
1 Korintus 15:33
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik dan pergaulan yang baik dapat mengubah kebiasaan yang buruk. Pergaulan kita dapat menentukan masa depan dan kesuksesan kita. Raja Salomo adalah orang yang dipilih Tuhan untuk mendirikan bait Allah, tetapi mengalami kejatuhan pada akhir hidupnya karena ia salah bergaul. Walaupun Tuhan memberkatinya dengan hikmat yang luar biasa, tetapi ia tidak menjaganya dengan baik. Ia tertarik dan bergaul dengan wanita-wanita yang tidak mengenal Tuhan dan akhirnya mengikutiilah-ilah mereka.
Kita perlu berhati-hati dalam memilih teman, terutama teman hidup, sebab kemungkinan besar bahwa teman dekat kita akan mempengaruhi hidup kita. Sebelum kita memutuskan untuk berteman akrab dengan seseorang atau sekelompok orang, perhatikanlah kehidupan dan kebiasaan mereka. Apakah kita mau hidup sama seperti mereka? Kitab Mazmur berkata bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang tidak berjalan, berdiri, atau duduk dengan kumpulan orang fasik, tetapi yang kesukaannya adalah firman Tuhan dan yang merenungkan firman Tuhan siang dan malam.
(Sumber: Rekan Facebook Diberkati N Memberkati, Handrie Goenarto)
Beberapa pedoman yang perlu kita perhatikan dalam memilih teman hidup:
1. Tingkat kesehatan emosi kita sebelum menikah. Kebahagiaan dalam pernikahan biasanya tidak akan melebihi kebahagian dari pasangan yang paling tidak bahagia. Misalnya, bila ada seorang wanita yang tidak dapat menerima dirinya sendiri dengan baik, maka kemungkinan besar kelak pernikahannya tidak akan lebih bahagia daripada dia.
2. Pilihlah pasangan yang memiliki banyak persamaan. Semakin banyak perbedaan, semakin lama pula proses penyesuaian dan adaptasi.
3. Hindari hubungan seksual sebelum menikah. Hubungan seksual sebelum menikah menghalangi keobjektifan kita terhadap pasangan kita. Bila hubungan sudah terlalu dalam, maka kemungkinan besar kita akan mengabaikan karakter buruk dari pasangan kita walaupun hal itu mengganggu kita.
4. Jangan tergesa-gesa menikah. Ambil waktu secukupnya untuk mengenal pasangan kita dengan baik. Kenalilah karakternya, kemarahannya dan kelemahannya. Jangan menikah dengan pengharapan bahwa ia akan berubah setelah menikah. Bila kita tidak dapat toleran dengan karakternya sekarang, tidak ada jaminan kita akan dapat toleran setelah menikah.
5. Miliki komunikasi yang terbuka. Komunikasi adalah kunci keberhasilan suatu pernikahan. Bila kita bisa berkomunikasi dengan baik, maka masalah besar dapat menjadi kecil. Oleh karena itu, kebiasaan berkomunikasi dengan baik perlu dilatih jauh sebelum menikah.
Berikutnya, perhatikan juga pergaulan kita.
1 Korintus 15:33
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik dan pergaulan yang baik dapat mengubah kebiasaan yang buruk. Pergaulan kita dapat menentukan masa depan dan kesuksesan kita. Raja Salomo adalah orang yang dipilih Tuhan untuk mendirikan bait Allah, tetapi mengalami kejatuhan pada akhir hidupnya karena ia salah bergaul. Walaupun Tuhan memberkatinya dengan hikmat yang luar biasa, tetapi ia tidak menjaganya dengan baik. Ia tertarik dan bergaul dengan wanita-wanita yang tidak mengenal Tuhan dan akhirnya mengikutiilah-ilah mereka.
Kita perlu berhati-hati dalam memilih teman, terutama teman hidup, sebab kemungkinan besar bahwa teman dekat kita akan mempengaruhi hidup kita. Sebelum kita memutuskan untuk berteman akrab dengan seseorang atau sekelompok orang, perhatikanlah kehidupan dan kebiasaan mereka. Apakah kita mau hidup sama seperti mereka? Kitab Mazmur berkata bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang tidak berjalan, berdiri, atau duduk dengan kumpulan orang fasik, tetapi yang kesukaannya adalah firman Tuhan dan yang merenungkan firman Tuhan siang dan malam.
(Sumber: Rekan Facebook Diberkati N Memberkati, Handrie Goenarto)
Tips Mencari Pasangan Hidup yang Baik
Banyak orang mendapatkan pasangan hidup yang kurang seimbang sebab mereka tidak berhati-hati dalam memilih pasangan hidup. Bila kita hanya berpusat pada kebutuhan (need) dalam memilih pasangan hidup, maka kita akan mengalami banyak kekecewaan. Kebutuhan sering kali “membutakan” dan membuat kita mengabaikan kenyataan. Kebutuhan sering kali kurang cermat apakah pasangan kita merupakan potensi masalah atau potensi kebahagiaan.
2 Korintus 6:14, "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?"
Ada beberapa pertanyaan yang dapat menolong kita dalam mencari pasangan hidup yang baik:
1. Apakah ia memiliki karakter yang baik dan dapat dipercaya?
Kita tidak mungkin dapat menjalin hubungan yang baik dengan seseorang yang tidak dapat dipercaya.
2. Apakah ia terbuka terhadap perubahan atau pendapat orang lain?
Salah satu tanda pernikahan yang baik adalah fleksibel – keluwesan dan keterbukaan terhadap perubahan. Orang yang fleksibel dapat menyesuaikan diri dengan baik. Ia dapat menerima dan mengerti pendapat orang lain yang berbeda dengannya.
3. Apakah ia bersedia berkorban bila diperlukan?
Bagaimana ia memperlakukan keluarga dan teman-temannya? Apakah ia bersedia berkorban bagi mereka?
4. Bagaimana sikapnya dalam menghadapi kesulitan, kemarahan atau konflik?
Bila ia lari pada minuman keras atau narkoba, apakah ada jaminan ia tidak akan mengulangi pola ini setelah menikah? Bila ia menggunakan kekerasan dalam kemarahannya, adakah jaminan bahwa ia akan menjadi lembut setelah menikah?
(Sumber: Rekan Facebook Diberkati N Memberkati, Handrie Goenarto)
2 Korintus 6:14, "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?"
Ada beberapa pertanyaan yang dapat menolong kita dalam mencari pasangan hidup yang baik:
1. Apakah ia memiliki karakter yang baik dan dapat dipercaya?
Kita tidak mungkin dapat menjalin hubungan yang baik dengan seseorang yang tidak dapat dipercaya.
2. Apakah ia terbuka terhadap perubahan atau pendapat orang lain?
Salah satu tanda pernikahan yang baik adalah fleksibel – keluwesan dan keterbukaan terhadap perubahan. Orang yang fleksibel dapat menyesuaikan diri dengan baik. Ia dapat menerima dan mengerti pendapat orang lain yang berbeda dengannya.
3. Apakah ia bersedia berkorban bila diperlukan?
Bagaimana ia memperlakukan keluarga dan teman-temannya? Apakah ia bersedia berkorban bagi mereka?
4. Bagaimana sikapnya dalam menghadapi kesulitan, kemarahan atau konflik?
Bila ia lari pada minuman keras atau narkoba, apakah ada jaminan ia tidak akan mengulangi pola ini setelah menikah? Bila ia menggunakan kekerasan dalam kemarahannya, adakah jaminan bahwa ia akan menjadi lembut setelah menikah?
(Sumber: Rekan Facebook Diberkati N Memberkati, Handrie Goenarto)
Anakku, Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau (Kesaksian Menunggu Jawaban Doa 1)
“Anakku, Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau, dan Aku sekali-kali tidak akan melupakan engkau” (Ibrani 13:5). Apabila saat ini engkau sedang menanti janji-Ku untuk digenapi dalam hidupmu, namun sepertinya itu tak kunjung datang dan engkau menjadi sedih dan kecewa karenanya, Aku mau mengatakan, tetaplah Kuat anak-Ku. Aku mempunyai rencana yang indah dalam hidupmu dan Aku sedang mengerjakannya... Mungkin saat ini engkau belum melihatnya.
Aku mengerti betul apa yang kau rasakan dalam hatimu. Aku sangat mengerti segala yang sedang Ku-lakukan. Bila engkau bersedih, terlebih lagi Aku juga merasakan kesedihan itu.
(1 Korintus 12:26, “Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita”. Aku adalah Kepala dan kamu adalah bagian dari anggota tubuh-Ku).
Namun bersabarlah anak-Ku... Semua yang Ku-lakukan mempunyai tujuan untuk kebaikanmu. Jangan pernah meragukan Kasih dan Kuasa-Ku dalam hidupmu. Aku, Tuhan yang MEMBUKA JALAN melalui lautan (Mazmur 136:13), masakan Aku tak bisa MEMBUKA JALAN bagi masalahmu?
Aku ingin membentukmu menjadi seorang yang tangguh... Yang tetap mempercayai-Ku dengan sepenuh hati meskipun belum melihat hasil... Yang tetap dapat mengucap syukur kepada-Ku meski keadaan terlihat tak sesuai harapan... Yang mengasihi-Ku dengan setulus hati bukan karena berkat-berkat yang Ku-berikan. Seseorang yang dewasa, kepercayaanku...
Bersukacitalah di dalam-Ku, jadilah kuat, peganglah teguh keyakinan imanmu di dalam Firman-Ku dan jadilah Pemenang. Serahkan seluruh kekuatiranmu kepada-Ku dan terimalah segala Janji yang telah Ku-berikan kepadamu... Aku mengasihimu selalu, anak-Ku...
(www.catatankesaksianharian.blogspot.com)
Aku mengerti betul apa yang kau rasakan dalam hatimu. Aku sangat mengerti segala yang sedang Ku-lakukan. Bila engkau bersedih, terlebih lagi Aku juga merasakan kesedihan itu.
(1 Korintus 12:26, “Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita”. Aku adalah Kepala dan kamu adalah bagian dari anggota tubuh-Ku).
Namun bersabarlah anak-Ku... Semua yang Ku-lakukan mempunyai tujuan untuk kebaikanmu. Jangan pernah meragukan Kasih dan Kuasa-Ku dalam hidupmu. Aku, Tuhan yang MEMBUKA JALAN melalui lautan (Mazmur 136:13), masakan Aku tak bisa MEMBUKA JALAN bagi masalahmu?
Aku ingin membentukmu menjadi seorang yang tangguh... Yang tetap mempercayai-Ku dengan sepenuh hati meskipun belum melihat hasil... Yang tetap dapat mengucap syukur kepada-Ku meski keadaan terlihat tak sesuai harapan... Yang mengasihi-Ku dengan setulus hati bukan karena berkat-berkat yang Ku-berikan. Seseorang yang dewasa, kepercayaanku...
Bersukacitalah di dalam-Ku, jadilah kuat, peganglah teguh keyakinan imanmu di dalam Firman-Ku dan jadilah Pemenang. Serahkan seluruh kekuatiranmu kepada-Ku dan terimalah segala Janji yang telah Ku-berikan kepadamu... Aku mengasihimu selalu, anak-Ku...
(www.catatankesaksianharian.blogspot.com)
Sabtu, 16 Februari 2013
Sebuah Pernikahan "Jatuh Cinta & Bangun Cinta" (Renungan Pernikahan 1)
Mengapa org menikah? Karena mereka jatuh cinta. Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia? Apakah karena jatuh cinta? Bukan.
Tapi karena mereka terus bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa. Tapi bangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup.
Mengapa jatuh cinta gampang? Krn saat itu kita buta, bisu & tuli terhadap keburukan pasangan kita.
Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi. Dengan interaksi 24 jam per hari 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap..
Di sini letak perbedaan jatuh cinta & bangun cinta.
Jatuh cinta dalam keadaan menyukai. Namun bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel. Dlm keadaan jengkel, cinta bukan lg berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik & bersama² mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.
Cinta yang dewasa tak menyimpan uneg², walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua & keluarga atau masalah sex.. Namun sepele apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.
Syarat untuk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut, mereka bisa saling memusuhi & rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tapi neraka. Apakah kondisi ini bisa diperbaiki? Tentu saja bisa, saat masing² mengingat komitmen awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan??
Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah & bertanggung jawab.
Mau punya teman hidup? Jatuh cintalah. Tetapi sesudah itu bangunlah cinta
Karena Cinta itu INDAH...
Kol 3:14, "Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan."
GBU
Rabu, 13 Februari 2013
Hati Bapa
Salam Kasih dalam Tuhan Yesus Kristus,
God father's heart:
God father's heart:
“Aku mengasihimu dan tidak akan membuangmu, hiduplah sesuai perintah & ketetapanKu, maka Aku akan memberkati setiap pekerjaan tanganmu, untuk kemuliaanKu, firman Tuhan.” Aku mengasihimu dengan kasih yang Kekal, yang tidak sama seperti yang dunia berikan.
Percayalah senantiasa kepadaKu dan hiduplah dalam Takut akan Tuhan. Aku akan menyertai setiap langkahmu untuk berjalan dalam rencanaKu yang pasti. Sebab rancanganKu adalah rancangan damai sejahtera u/ memberikan kepadamu hari depan yg penuh dengan pengharapan.
Bersukacitalah karena Tuhan dan ucapkanlah syukur dari hatimu yang terdalam atas segala yg Tuhan sedang kerjakan di dalam hidupmu... dan tetaplah teguh didalam keyakinan imanmu. Ikutlah Aku dan jangan menoleh ke belakang, Aku hendak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan besar di dalammu, u/ bangsa Indonesia, lingkungan pergaulanmu, keluargamu, u/ setiap org yg Ku-kehendaki.
(www.catatankesaksianharian.blogspot.com)
Percayalah senantiasa kepadaKu dan hiduplah dalam Takut akan Tuhan. Aku akan menyertai setiap langkahmu untuk berjalan dalam rencanaKu yang pasti. Sebab rancanganKu adalah rancangan damai sejahtera u/ memberikan kepadamu hari depan yg penuh dengan pengharapan.
Bersukacitalah karena Tuhan dan ucapkanlah syukur dari hatimu yang terdalam atas segala yg Tuhan sedang kerjakan di dalam hidupmu... dan tetaplah teguh didalam keyakinan imanmu. Ikutlah Aku dan jangan menoleh ke belakang, Aku hendak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan besar di dalammu, u/ bangsa Indonesia, lingkungan pergaulanmu, keluargamu, u/ setiap org yg Ku-kehendaki.
(www.catatankesaksianharian.blogspot.com)
Langganan:
Postingan (Atom)










.jpg)
